Selamat datang diblog sederhana ini, tempat berbagi, saling bertukar informasi dan peluang usaha..semoga bermanfaat

20 Februari 2012

18 Kebiasan Buruk yang Membuat Anda Susah Kaya

Jakarta - Uang sering membuat orang pusing dari waktu ke waktu. Beberapa orang berusaha melakukan hal yang bisa membuat uang semakin berharga, namun beberapa orang justru malah membiarkan uangnya hilang begitu saja.

Salah satunya adalah dengan melakukan beberapa hal tidak menguntungkan, seperti pemborosan dan tidak pernah menabung atau berinvestasi. Hal-hal percuma seperti ini yang membuat orang tidak sadar kalau kekayaannya akan lenyap dalam waktu singkat.

Berikut ini beberapa hal yang harus anda hindari atau berhenti lakukan jika sudah terjadi, karena bisa mengancam kesehatan finansial anda, seperti dikutip dari freefrombroke.com, Kamis (15/2/2012).

1. Tidak punya anggaran

Tidak punya anggaran sama sekali bisa berbahaya bagi kondisi finansial anda. Jangan sampai anda memutuskan untuk "pakai saja dulu uangnya, baru nanti kita hitung di akhir bulan."

2. Tidak punya gambaran untuk pengeluaran bulanan

Belum punya catatan anggaran, setidaknya anda harus punya perkiraaan biaya pengeluaran per bulan. Gambaran dan catatan pengeluaran itu perlu karena akan ada beberapa biaya yang sering tanpa sadar anda keluarkan.

3. Tidak punya investasi yang menghasilkan

Anda bisa mengucapkan selamat tinggal kepada kondisi finansial anda karena akan segera mati jika tidak punya satu pun investasi yang menguntungkan, minimal yang bisa menghasilkan uang meski hanya sedikit. Jangan pakai internet hanya untuk belanja online, tapi juga cari informasi mengenai instrumen investasi, dan berinvestasilah!

4. Tidak menyadari perkembangan ekonomi terkini

Meski mereka mendewakan uang (untuk dihambur-hamburkan), orang yang boros tidak akan tahu mengenai perkembangan ekonomi terakhir. Eropa krisis, oh? Indonesia masuk investment grade, apa itu? Barulah setelah uangnya habis, mereka sadar bahwa kelakuannya sia-sia.

5. Tidak menikmati karirnya tapi diam saja

Jika anda tidak suka dengan karir yang anda jalani, jangan diam saja, masih banyak pilihan karir di luar sana yang siap anda garap. Jika diteruskan, selain tidak produktif juga tidak membuat anda nyaman dalam mencari uang.

6. Tidak punya prioritas dalam finansial

Tentu saja, hal pertama yang dia lihat akan dia beli untuk orang-orang yang suka boros. Mereka tidak punya prioritas dalam hidupnya, bahkan untuk menabung sekalipun.

7. Sering ganti-ganti mobil

Membeli mobil, baik itu kredit atau tunai sebaiknya dilakukan dengan rencana jangka panjang. Jangan sampai, anda cuma membeli mobil dengan perkiraan kalau anda bosan tinggal beli lagi. Jangan biarkan perasaan gengsi anda menang dalam posisi seperti ini. Tak usah sombong karena tidak bagus secara finansial.

8. Tidak merawat barang

Orang yang boros tidak hanya karena sering menghamburkan uang, tidak menghargai barang yang dibeli pakai uang termasuk pemborosan. Bahkan, orang yang malas merawat barang biasanya tidak mau memperbaiki sesuatu jika rusak, tapi memilih untuk beli yang baru. Itulah kenapa biasanya mereka punya mobil baru, komputer baru, handphone baru.

9. Membeli TV layar datar berukuran raksasa

Semua orang pasti ingin tv raksasa di rumah supaya bisa merasa punya bioskop pribadi. Tapi, kalau anda berpikir jernih, uangnya bisa dipakai untuk keperluan lain. Tak perlu memaksakan diri sampai mencicil segala. Memangnya tidak ada layar datar yang berukuran lebih kecil? Dan bukankah tv tabung juga masih tersedia? Atau anda merasa ketinggalan jaman dengan tv model lama?

10. Langganan TV Kabel Premium

Siapa yang tidak suka dengan acara-acara HBO atau Fox? Sah-sah saja jika anda ingin berlangganan channel tersebut, tapi jangan sampai anda ingin berlangganan seluruh channel yang disediakan oleh operator kabel.

Bahkan, mereka akan memaksa anda berlangganan secara paket karena lebih murah, padahal tidak. Akui saja, tidak mungkin semua channel lainnya anda tonton juga setiap hari. Alangkah sayangnya jika anda menghabiskan Rp 1 juta sebulan hanya untuk tv berlangganan.

11. TV di setiap ruangan

Setelah punya tv raksasa dan TV berlangganan yang cukup mahal, anda masih ingin menikmati semua salurannya di setiap ruangan, maka anda memutuskan membeli TV untuk disimpan di tiap sudut rumah. Anda pasti senang menonton TV sampai tidak rela untuk ketinggalan setiap acaranya.

12. Sering makan di luar

Selain tidak sehat bagi tubuh, sering makan di luar juga membahayakan kesehatan finansial anda. Jangan sampai anda terbiasa disajikan makanan oleh orang lain padahal anda atau istri anda bisa menyiakan sendiri, dengan harga yang lebih murah.

13. Berganti-ganti ponsel

Sudah jelas, sering berganti-ganti ponsel (apalagi mengejar tren model terbaru) adalah pemborosan nomor wahid. Jika dipikir baik-baik, harga produk elektronik yang sudah dibeli tidak pernah naik, berbeda dengan rumah atau tanah.

Nilai barang yang anda beli akan berkurang seiring waktu. Anda akan sangat rugi kalau mencicil ponsel, begitu lunas, nilai sebenarnya sudah jauh berkurang dari harga awal. Biasanya, orang-orang seperti ini selalu mengaku tidak rugi karena mendapat kepuasan dari gonta-ganti ponsel.

14. Tidak pernah berolahraga

Apa hubungannya berolahraga dengan kondisi keuangan? Banyak. Tubuh yang sehat adalah aset yang harus dijaga baik-baik. Semakin anda sehat, semakin banyak kesempatan mencari uang. Jika anda sakit-sakitan, selain susah mencari uang juga anda harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya perawatan.

15. Sering belanja baru bermerek terkenal

Pakaian terbaru dengan merek terkenal selalu menjadi musuh finansial anda. Jangan sampai tergoda dan terjebak untuk membelinya kecuali anda benar-benar butuh. Anda butuh merek? Mungkin saja, untuk mereka yang ingin dipandang oleh orang lain. Sesuaikan merek dengan kebutuhan.

16. Banyak beli hadiah untuk hari raya

Pernah dengar cerita orang yang terjerat utang kartu kredit hanya gara-gara lebaran kemarin terlalu banyak membeli barang untuk dibagi-bagi keluarga dan tetangga di kampung? Berbagi itu indah dan menghubungkan tali silaturahmi, tapi bukan berarti anda harus berkorban begitu banyak bukan?

17. Upgrade komputer setiap tahun

Orang yang boros senang mengganti-ganti komponen komputer sesering bayi mengganti popok. Mereka selalu punya alasan untuk membeli komponen baru setiap beberapa bulan sekali. Ya anda betul, komputernya bahkan tidak dipakai untuk membantu pekerjaan.

18. Punya banyak gadget

Punya banyak alat-alat elektronik (gadget) yang terkadang dengan fungsi yang sama. Ingin dengar musik, punya iPod atau MP3 player. Ingin main game, punya iPod Touch atau Sony Playstation Portable (PSP). Ingin berselancar di internet, punya iPad atau Samsung Galaxy Tab. Ingin baca buku, punya Kindle atau Kobo eReader. Kalau dipikir-pikir, semua fungsi tersebut bisa ditemukan di satu ponsel pintar saja.

Kesimpulan:

Kebiasan-kebiasaan seperti ini merupakan kabar buruk bagi kondisi finansial anda. Jika setelah membaca ini anda menemukan poin yang ternyata pernah anda lakukan, evaluasi kembali dan lakukan perubahan positif dalam hidup anda.
sumber:detikfinance

(ang/qom)

8 Februari 2012

Muhasabah Imam Abu Yusuf

MAM ABU YUSUF yang merupakan murid Imam Abu Hanifah merupakan hakim di masa kekuasaan Harun Ar Rasyid. Satu saat beliau pernah mengadili kasus perselisihan antara Harun Ar Rasyid dengan seorang nasrani dan beliau memenangkan si nasrani.
Dan menjelang wafat, Imam Abu Yusuf menyampaikan,”Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku menjabat urusan ini aku tidak condong kepada salah satu dari dua pihak yang berselisih meskipun di dalam hati, kecuali dalam kasus perselisihan antara nasrani dan Ar Rasyid, kecenderungan dalam hatiku tidak sama. Yakni hatiku mengharap agar kebenaran berpihak kepada Ar Rasyid, sedangkan aku telah memenangkan nasrani atas Ar Rasyid." Kemudian beliau menangis. (Ad Dur Al Mukhar, 4/313)

Kecenderungan hati seorang hakim terhadap salah satu dari dua pihak yang berselisih sudah dianggap oleh Imam Abu Yusuf sebagai kecacatan, meskipun dalam praktiknya kecenderungan itu tidak mempengaruhi hasil pengadilan. Dan dalam hal ini, Imam Abu Yusuf hanya mengalami sekali saja dalam kasus-kasus yang pernah beliau tangani. Semoga hakim-hakim saat ini bisa mengambil tauladan dari Imam Abu Yusuf.

sumber:Hidayatullah.com

22 Desember 2011

Abdullah bin Rawahah tetap Berpuasa Ketika Berjihad

oleh Aid Abdullah al-Qarni
Ibnul Qayyim dalam bukunya yag berjudul Thariiqatul Hijratain mengatakan sebagai berikuti: "Sebagian dari mereka ada yang datang, lalu ia diberi taufiq untuk mengerjakan suatu amal ibadah, hingga layak untuk memasuki pintunya".
Adapun dengan orang-orang yang sempurna, maka mereka mengambil dari setiap ghanimah suatu bagiannya. Oleh karena itu, anda akan menjumpainya ahl dalam shalat bersama dengan ahli shalat, ahli dalam dzikir bersama dengan ahli dzikir, dan ahli dalam bershadaqah bersama dengan ahli shadaqah. Yang demikian itu merupakan karunia dari Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Abu Bakar ra termasuk orang yang paling banyak ibadanya kepada Alalh, karena sangat takut dan merasa selalu berada di bawah pengawasan-Nya. Dia shalat, puasa, berjihad, bersikap adil, membelanjakan hartanya di jalan Allah, serta memelihara waktu-waktunya dan mencurahkan waktu, air mata, dan darah untuk melayani kalimat: "laa illaaha illalloh" dan demi meninggikannya. Oleh karena itulah, dia termasuk orang yang paling terdahulu dengan amal ini.
Rasulullah shallahu alaihi wassalam bersabda: "Maukah kutunjukkan kepadamu pintu-pintu kebikan?" Beliau mengenal berbagai macam karakter manusia, potensi, dan batas kekuatan mereka.
Seorang lelaki datang kepadanya, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukilah aku suatu amal", atau "Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku suatu amal", lalu beliau memesankan suatu amalan kepadanya.
Seorang yang lemah lagi bertubuh kurus datang kepadanya, lalu berkata, "Wahai Rasulullah tunjukkilah aku suatu amalan," maka beliau bersabda:
"Hendaknyalah bibirmu tetap basah karena berdzikir kepada Allah."(HR. Tirmidzi)
Seandainya Rasul shallahu alaihi wassalam memerintahkan kepadanya untuk puasa atau berjihad, tentulah dia tidak akan mampu mengerjakannya.
Seorang lelaki datang kepada beliau meminta restu untuk berjihad, yaitu jihad sunnah, bukan jihad wajib, maka Rasulullah shallahu alaihi wassalam, bertanya, "Apakah kamu masih punya dua orang tua?". Lelaki itu menjawab, "Masih!". Rasulullah SAW bersabda:
"Berbaktilah kamu kepada keduanya!". (HR. Tirmidzi)
Lelaki lain datang kepadanya dan berkata: "Tunjukkanlah aku suatu amal". Rasulullah SAW menjawab: "Kerjankanlah puasa, karena sesungguhnya puasa adalah amal yang tiada taranya". (HR. Ibnu Hibban)
Yang lain lagi datang, lalu berkata: "Tunjukkanlah aku suatu amal yang menyami jihad". Rasulullah shallahu alaihi wassalam, "Aku tidak menemukan (persamaannya)". (HR. Bukhari)
Nabi shallahu alaihi wassalam bersabda: "Maukah kutunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah tameng".
Puasa ini adalah suatu yang menakjubkan. Ia adalah untuk mendidik rohani. Di dalamnya terkandung berbagai manfaat dan faidah yang hanya diketahui oleh Allah Ta'ala.
Oleh karna itu, saya pesankan kepada anda da juga kepada diri saya sendiri untuk menggunakan kesempatanyang luang guan memperbanyak puasa sunnah, seperti puasa hari 'Asyura yang dilakukan pada tanggal 10 bulan Muharram dan disunnahkan melakukan puasa sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.
Melakukan puasa pada hari tersebut disunnahkan sebagaimana yang disebutkan dalam hadist shahih bahwa Rasullah shallahu alaihi wassalam pernah bersabda: "Aku memohon perhitungan kepda Allah semoga puasa hari itu dapat menghapuskan dosa tahun tahun sebelumnya". (HR. Muslim)
Setahun penuh lagi lengkap semuadosa yang dilakukan padanya dihapuskan oleh Allah Ta'ala berkat melakukan puasa pada hari 'Asyura ini. Disebutkan bahwa para shahabat ra adalah orang yang paling banyak melakukan puasa.
Dalam medan peperangan terkdang seorang muslim memberikan dispensasi kepada dirinya sendiri, karena ia sedang bertempur adu pedang dan adu tombakdengan musuh. Lalu ia mengatakan: "Mengapa aku musti puasa! Sebaiknya aku makan saja agar tubuhku kuat menghadapi peperangan".
Akan tetapi, dijumpai di kalangan sebagian shahabat yang tetap puasa, meskipun pedang musuh mengancam kepalanya, seperti Abdullah Ibnu Rawahah ra. Seorang penyair dan seorang jagoan yang masih muda lagi pemberani.
Dia merelakan dirinya sebagai tumbal di jalan Allah, dan Allah menerima pengorbanannya itu dengan menerima yang baik dan memang Allah Ta'ala menerima kebenaran orang-orang yang benar.
Dalam perang Mu'tah dia puasa, padahal dia berperan sebagai penglima pasukan. Dia memegang tampuk kepemimpinan yang ketiga sesudah Zaid ibn Haritzah ra dan Ja'fa ibnu Abu Thalib ra. Ketika Rasul shalahu alaihi wassalam mengirim pasukan kaum muslimin, seluruhnya berjumlah 3.000 personil, sedang jumlah pasukan musuh sebagaimana disebutkan salah seorang ahli sejarah kurang ada 180.000 personil.
Kedua belah fihak berhadapan. Ketka para shahabat melihat jumlah pasukan musuh yang amat besar yang datang bagaikan gunung, sebagiannya mengiringi sebagian yang lain bagaikan gelombang air bah. Mereka harus menghadapi 180.000 pasukan, setiap divisi yang berjumlah 1.000 orang mempunyai komandannya sendiri dan setiap divisi telah mengetahui tugasnya bahwa mereka bermaksud untuk menjajah Jazirah Arab, mengalahkan pasukan Islam, dan menghentikan dakwah Nabi shalallahu alaihi wassalam.
Abdullah ibnu Rawahah yang puasa lagi berjihad itu mengatakan: "Hai manusia, sesungguhnya kita keluar untuk salah satu diantara dua kebaikan, yaitu gugur di jalan Allah dan mati syahid atau beroleh kemenangan dan kejayaan bagi Islam. Demi Tuhan ang jiwa Abdullah ibnu Rawwahah berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, aku tidak mau pulang sebelum mati syahid atau Islam beroleh kemenangan".
Selanjutnya, ia mengambil sarung pedangnya dan mematahkannya dengan lututnya. Sikap ini menurut tradisi orang-orang Arab adalah sangat berbahaya atau siap mati. Zaib ibnu Haritzah maju sebagai panglima, lalu gugur, kemudian digantikan oleh Ja'far dan ia pun gugur pula. Selanjutnya, datang giliran Abdullah ibn Rawwahah untuk memegang panji, yait panji "laa ilaaha illallah", bertepatan dengan mendekatnya saat mentari tenggelam yang sinarnya mulai menguning, sedang Abdullah ibnu Rawwahah dalam keadaan puasa. Dia tidak merasakan adanya ludah di mulutnya karena kekeringan, sedang dia masih berada diatas kudanya.
Ketika ia dipanggil, langsung menjawab: "Ya!". Manakala mereka berkata bahwa Ja'far telah gugur, maka ia segera maju menggantikan perannya. Ia berkata: "Berikanlah kepadaku suatu makanan untuk menguatkan tubuhku, karena sesungguhnya hari ini aku sedang berpuasa". Mereka pun memberinya sepotong daging dan ia langsung mengambilnya untuk dimakan. Ketika hendak menguyahnya, ternyata ia tidak merasakan apa pun dari makanan itu mengingat para shahabat banyak yang mati kepala mereka banyak dibabat dari atas kuda. Dia meliaht anak paman Rasulullah, Ja'far, ditebas dan dibunuh dihadapannya, dan dia melihat Zaid ibn Haritzah dibunuh dan ditebas.
Ia mengambil pedangnya dan mengucapkan bait-bait syair berikut:
"Aku bersumpah, wahai diriku, engkau harus turun tangan atau engkau akan dikalahkan, jika orang-orang telah bersumpah, dan telah menencangkan tali kendali kudanya, mengapa kulihat engkau tidak suka kepada Surga, padahal tiada lain engkau hanyalah berasal dari nufthfah yang hina".
Selanjutnya, Abdullah ibnu Rawwahah ra memacu kudanya mamsuki barisan musuh dan bertempur dengan sengitnya, hingga akhirnya dia gugur bersamaan dengan tenggelamnya matahari, sedang Rasulullah shallahu alaihi wassalam mengikuti jalannya pertempuran dari Madinah.
Pertempuran berlangsung di bumi Amman (Yordania), tetapi Allah membuka hijab bagi Nabi Shallahu alaihi wassalam, sehingga beliau shallahu alaihi wassalam dapat melihat pasukan kaum muslim, jalannya peperangan, dan kekuatan mereka. Orang-orang pun berkumpul, sedang beliau shallahu alaihi wassalam menangis di atas mimbarnya dengan suara tangisan yang disembunyikan seraya bersabda:
"Sesungguhnya telah berlalu dihadapanku tiga buah dipan (katil), sedang pada dipan Abdullah ibnu Rawwahah terdapat suara gemuruh dan sesungguhnya mereka masuk Surga semuanya. Semoga Alah meridhai mereka dan membuat mereka puas". (HR. Thabrani)
Wallahu'alam.

sumber: eramuslim